|
It is currently Wed Nov 25, 2009 6:24 pm
|
View unanswered posts | View active topics
| Welcome |
|
|
Selamat datang di Forum Chickaholic (http://www.chickaholic.co.cc)
Disini Anda dapat saling berbagi ilmu pengetahuan tentang perunggasan yang ada di Indonesia maupun di negara yang lain. Sampaikan semuanya dengan bebas asal sopan dan bertanggungjawab.
Terimakasih.
Salam,
admin forum
Keterangan:
Untuk mendaftar silahkan klik Join Us di bagian kanan atas halaman ini.
Jika Anda telah mendaftar, silahkan klik login terlebih dahulu, untuk mengikuti forum yang ada.
Jika Anda masih bingung cara mendaftar dan keterangan lain, klik dan baca FAQ diatas.
Iklan yang ada dalam forum ini bukanlah bagian dari web chickaholic. Ini adalah penawaran dari sponsor kami, kami tidak bertanggungjawab jika iklan yang disampaikan adalah palsu atau mengandung program jahat. Oleh karena itu jangan asal klik jika tidak membutuhkannya.
Jurnal of Poultry Science tahun 2003-2008 dapat Anda download di http://www.chickaholic.co.cc (bagian download e-book) |
|
Page 1 of 1
|
[ 5 posts ] |
|
| Author |
Message |
|
livefreendiewell
|
Post subject: Itik tidak mahu bertelur Posted: Tue Sep 02, 2008 1:28 am |
|
Joined: Tue Sep 02, 2008 1:09 am Posts: 2
|
|
Adi dan kawan2 semua.Saya ada masalah dengan itik saya(bebek).Saya membeli 300 ekor itik chery valley dari pembekal.Itik itu sudah 6 bulan.Pembekal kata itik itu sudah bertelur.Tetapi,sesudah 2 minggu,itik saya masih belum bertelur.Apakah yang perlu saya lakukan wahai teman2....patutkah saya beri hormon?
|
|
| Top |
|
 |
|
adioranye
|
Post subject: Posted: Tue Sep 02, 2008 9:39 pm |
|
 |
| Site Admin |
 |
Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am Posts: 79 Location: Yogyakarta
|
|
Ada beberapa faktor yang menyebabkan unggas, termasuk itik tersebut terlambat bertelur diantaranya dewasa kelamin (termasuk didalamnya umur itik), kondisi kesehatan itik, manajemen pemberian pakan dan perkandangan, stress, dll.
Pertanyaan pertama saya bagaimana dengan pakan yang diberikan?? Apakah sudah memiliki kecukupan nutrisi terutama proteinnya????
Kondisi lingkungan dan kesehatan itik tersebut. Misalkan saja pencahayaan kandangnya, kondisi kesehatan itik tersebut, dll.
Itik dan unggas lainnya biasanya akan mengalami stress jika memiliki tempat tinggal yang baru, dan ini sangat normal sekali, mungkin saja ini yang menjadi penyebabnya. Saran saya jangan langsung menggunakan perlakuan hormon, karena selain akan meningkatkan cost juga akan berdampak pada besar kecilnya telur dan lama peneluran. Dengan menggunakan logika bahwa sesuatu yang tidak berjalan semestinya akan memberikan dampak pada unggas tersebut. Mungkin ada saran yang lain????
Misalkan saja sudah kita ketahui bahwa pada awal peneluran unggas selalu akan terjadi telur yang lebih besar atau lebih kecil dari kondisi peneluran normal, dan jika pertamakali bertelur ternyata memiliki telur yang lebih besar akan mengakibatkan itik terkena prolapsus, dan ini justru akan merugikan itik tersebut selain itu peternaknya.
Selebihnya kita minta pendapat dari teman-teman yang lain.
Salam,
adioranye
_________________ Galuh Adi Insani a.k.a. adioranye Administator dan owner website www.chickaholic.co.cc
|
|
| Top |
|
 |
|
prambudi
|
Post subject: Posted: Tue Sep 09, 2008 10:01 am |
|
 |
| Moderator |
Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm Posts: 23 Location: Sidoarjo
|
|
Dear Teman dari seberang...
Selamat bergabung..,
Menanggapi kenapa itik tidak mau bertelur dimungkinkan ada masalah dari sistem pemeliharaan, faktor yg utama pada pakannya.
itik/duck yg umum dibudidayakan di indonesia sebagai penghasil telur masih keturunan indian runner ataupun khaki chambel. Dan kalo tidak salah cherry valley merupakan meat type (dibudidayakan untuk dipotong) seperti pekin duck.
pada dasarnya itik dengan ras ayam petelur tidak jauh berbeda umur dewasa kelaminnya yaitu umur 18 - 20 minggu (4.5 - 5 bulan).
Yg patut diperhatikan apa tipe pakan yg diberikan ? apakah pakan untuk tipe daging ( yg biasanya tinggi protein (21), fat (min 5) dan energi (min 3100) tetapi rendah Ca dan P)
atau pakan tipe petelur ( protein 17- 18%, ME 2700 - 2750, fat min 4 dan tinggi Ca dan P).
Selain itu jika pakan yg diberikan sudah tepat, maka perlu dilakukan cek bedah untuk melihat ada tidaknya atropi (pengecilan ukuran )reproduction track. Micotoxin jenis Afla bisa menyebabkan rusaknya saluran reproduksi. Karena itu duck merupakan salah satu unggas yg sensitif terhadap adanya mikotoxin ini.
jadi sebelum dilakukan treatment apapun, sebaiknya diperhatikan hal-hal diatas. Jika pakan maupun kondisi saluran reproduksinya normal bisa dilakukan penambahan feed additives (egg promotor), sampai saat ini aplikasi hormon jarang dilakukan pada treatment pada ternak yg terlambat bertelur.
Mudah-mudahan bisa sedikit membantu.
Salam
Prambudi
|
|
| Top |
|
 |
|
adioranye
|
Post subject: Posted: Sun Sep 14, 2008 9:02 pm |
|
 |
| Site Admin |
 |
Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am Posts: 79 Location: Yogyakarta
|
|
Jika masih ada pertanyaan dari rekan free, mohon silahkan share lagi permasalahan Anda disini. Jika masih ada beberapa ganjalan permasalahan yang ada, mari kita diskusikan lagi permasalahan ini.
Saya sangat setuju dengan yang diungkapkan oleh pak Pram tentang pakan itik tersebut, karena bagaimanapun sebuah bangsa unggas yang memiliki genetik yang baik jika pakan yang diberikan tidak tepat / asal saja akan tetap berakibat pada unggas tersebut, terutama akan muncul akibat buruk. Ada saran yang lain?
_________________ Galuh Adi Insani a.k.a. adioranye Administator dan owner website www.chickaholic.co.cc
|
|
| Top |
|
 |
|
adioranye
|
Post subject: Posted: Sat Sep 27, 2008 8:07 pm |
|
 |
| Site Admin |
 |
Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am Posts: 79 Location: Yogyakarta
|
|
Dear semuanya...
Saya baru ingat bahwa sekitar tahun 70-an di Indonesia untuk membesarkan ayam buras potong pada waktu itu populer dengan cara penyuntikan hormon pertumbuhan dibawah kulit bagian lehernya. Hormon ini berfungsi untuk mencegah ayam buras ini memproduksi hormon reproduksi, sehingga pertumbuhan badannya dapat lebih baik. Namun pada saat ayam ini dikonsumsi, ternyata masih ada residunya, tepatnya pada bagian kepala ayam ini (meskipun pada bagian yang lain juga dimungkinkan adanya residu hormon tersebut).
Apa yang terjadi pada manusia yang mengkonsumsinya?? Ternyata mereka juga terpengaruh oleh efek hormon ini, sehingga orang yang mengkonsumsi daging ayam yang didalamnya disuntikkan hormon tersebut akan kesulitan dalam hal reproduksi (mengalami kemandulan sementara karena pengaruh hormon yang tidak seimbang), makanya jika Anda membeli kepala ayam buras potong kepada penjual ayam goreng (penjualnya sudah tua) beliau sering mengatakan : wah mas kok makan kepala ayam melulu, apa ga takut ga punya anak???? Kejadian ini pernah saya alami sendiri.
Karena penasaran dengan kata penjual kepala ayam goreng tersebut, saya tanyakan ke dosen mengenai permasalahan ini, dan ternyata kejadiannya pada tahun 70-an untuk pembesaran ayam lebih menitikberatkan pada perlakuan hormon, bukan perbaikan genetik dan manajemen pakannya. Untuk itu kami tidak menyarankan jika dalam perlakuan mempercepat masa reproduksi unggas dengan menggunakan perlakuan hormonal.
Mungkin ada ide yang lain atau sanggahan????
Terimakasih.
_________________ Galuh Adi Insani a.k.a. adioranye Administator dan owner website www.chickaholic.co.cc
|
|
| Top |
|
 |
|
Page 1 of 1
|
[ 5 posts ] |
|
Who is online |
Users browsing this forum: No registered users and 0 guests |
|
You cannot post new topics in this forum You cannot reply to topics in this forum You cannot edit your posts in this forum You cannot delete your posts in this forum You cannot post attachments in this forum
|
|