It is currently Mon Dec 21, 2009 9:38 pm



Welcome
Selamat datang di Forum Chickaholic (http://www.chickaholic.co.cc)
Disini Anda dapat saling berbagi ilmu pengetahuan tentang perunggasan yang ada di Indonesia maupun di negara yang lain. Sampaikan semuanya dengan bebas asal sopan dan bertanggungjawab.

Terimakasih.


Salam,

admin forum


Keterangan:
Untuk mendaftar silahkan klik Join Us di bagian kanan atas halaman ini.
Jika Anda telah mendaftar, silahkan klik login terlebih dahulu, untuk mengikuti forum yang ada.
Jika Anda masih bingung cara mendaftar dan keterangan lain, klik dan baca FAQ diatas.

Iklan yang ada dalam forum ini bukanlah bagian dari web chickaholic. Ini adalah penawaran dari sponsor kami, kami tidak bertanggungjawab jika iklan yang disampaikan adalah palsu atau mengandung program jahat. Oleh karena itu jangan asal klik jika tidak membutuhkannya.

Jurnal of Poultry Science tahun 2003-2008 dapat Anda download di http://www.chickaholic.co.cc (bagian download e-book)


Post new topic Reply to topic  [ 55 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4  Next
Author Message
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 15, 2008 1:24 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
Wew.. lengkap sekali pembahasannya Pak Pram???
1.Pak Pram pada pakan dengan kandungan lemak tinggi ini selain dengan ditambah antioxidan BHT/BHA apakah juga bisa digunakan vitamin E untuk mencegah ransiditas?? Terus pengaruh penambahan antioksidan ini akan membuat bahan pakan awet berapa lama biasanya???

2.Contoh yang mold inhibitor yang sering digunakan itu apa ya pak nama produknya??? Maaf saya kok masih bingung, karena belum pernah terjun langsung ke perusahaan pakan ternak. He..he.. ketahuan deh.

3. Efek samping dari penambahan anti cracking dengan menggunakan garam itu apa ya pak?? Berhubung seperti yang diungkapkan mas Phuad tentang efek penggunaan garam bagi ayam tersebut.

Terimakasih.
Btw Pak Pram sudah saya email lho????


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Aug 17, 2008 7:47 am 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
Hallo Mas adi,


1. Biasa juga pakai vit E, tetapi secara aplikasi pastilah mahal karena vit E harganya Muaaahal temen rek... hehehe :), memeng nanti secara mekanismenya kandungan Vit E dan Se akan membantu ngeblok proses oksidasi di jaringan tubuh, sehingga radikal bebas bisa di hambat juga. Saya belum menemukan literature yg bisa mengatakan awetnya sampai kapan ?? karena menurut saya tiap hari dengan berjalannya waktu vitamin-vitamin akan mengalami kerusakan, jadi belum jaminan pakan yg pakai anti oksidan kualitasnya tetap prima. Ya paling gak berfungsi memperlambat proses kerusakan terutama yg larut lemak. Jadi 21 - 30 hari buat complete feed cukup riskan, dan untuk konsentrat 30 - 40 hari juga ambang yg cukup riskan juga, so sebaiknya dibawah angka2 itu.

2. Mold inhibitor yg ada seperti fylax dan fungex untuk grain, dan untuk complete feed bisa demitok (kalbe), biomitox (Biotek Ind), dlll

3. anti caking (anti gumpal) bukan cacking/cracking (pecah ), sory salah tulis. komponen komplek titanium, Cromiun, Fe (hydroxypolycarboxylic) bisa digunakan sbg anti caking. Saya kira tidak ada hubunganya dengan pertanyaan mas Phuad, kalo menurut bahasanya mas phuad, yitu ada hubungannya garam tinggi NaCl dengan wet dropping. Eamang jika kandungan Cl tinggi bisa menyebabkan wet drop pada unggas.
Jadi kandungan anti caking ini pastinya akan sulit termetabolism krn dalm satu kesatuan yg berikatan kuat.

Ok, salam kemerdekaan. kemerdekaan berpikir, berpendapat dan berkarya. SELAMAT HUT KEMERDEKAAN RI KE-63.

SALAM
Prambudi


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sun Aug 17, 2008 5:12 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
waduh memang Moderator Prambuadi masternya neh masalah pakan ternak, he..he.. salut salut...

Aturan pakai tentang penggunaan bahan tersebut apakah ada batasannya pak??? Terus untuk mendapatkan semua bahan ini apakah bisa didapatkan secara luas (bukan pabrik juga bisa). Takutnya banyak khan orang kita yang pakai bahan pakan ga ditakar tapi asal banyak itulah yang nyossss... he..he..

Salam merdeka juga Pak, Sekali merdeka tetap merdeka...

Hore kita sudah merdeka dari penjajahan, tapi kapan kita merdeka dari kebodohan ya??? Yuk mari kita sama-sama belajar??

Salam,


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 19, 2008 9:53 am 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
Weaalah... gitu aja kog dibilang master to mas hehehehe...
lha wong aku ae masih belajar-belajar terus kog, sama aja dengan yg lain tho.... :)

Produk2 anti oksidan maupun mold inhibitor bisa di dapat kog dlm jumlah partai kecil 2 - 5 bag (@ 20/25 kg), mungkin bisa baca2 di poultry indonesia,trobos,infovet utk mengetahui distributornya, saya ada beberapa kontak person tapi mungkin sales-nya pasar feedmill dengan direct farm berbeda.

Lha iya lah, masa ya iya dong... hehehe... :D :D
pastinya semua bahan itu ada dosis rekomendasinya,... biasanya dosis bisa didpt dari brosur atau label di karungnya. Saya ga bisa sebutkan dosisnya karena bisa jadi yang mas adi beli konsentrasi zat aktivenya berbeda dg yg saya dapat.

Lha kalo peternak nambahin Feed additive asal banyak ya... pastilah kurang ekonomis dunk.....


salam
Prambudi


Top
 Profile  
 
 Post subject: be different with others
PostPosted: Tue Aug 19, 2008 10:15 am 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
Dear all....

Btw,... kog yg aktif saya dengan mas Adi,...
bagaimana dengan yg lain...

jika temen2 yg masih aktive kuliah ingin berbagi dengan ide tentang LKTI, KAM atau yg lain silah kan.
Pada tahun 2001, team saya mendapat dana KAM (karya alternatif Mahasiswa) dan mendapat kesempatan presentasi di Dikti Jakarta. Sayangnya bukan saya yg presentasi, tapi wakil team Agung Aji Wardhana (nutrisi 97/34 IPB)karena saya duluan diwisuda dan sudah stay di Sidoarjo begitu lulus

oh ya, Apalagi alltech setiap tahunnya ada kompetisi the young scientist, biasanya setingkat regional asia-pasifik dan pemenangnya akan dikirim ke Lexington, KY. Ada yg mau coba kebetulan saya pernah berkesempatan hadir di pada seminar hasil penelitian alltech, ada yg tertarik ???

ok, salam
prambudi


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 19, 2008 10:44 am 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
Whahaha..ha..ha.. :) Pak Pram bisa aja...

Takutnya mah begini pak, andaikata peternak pengen buat pakan ternak terus bahan aditif, terutama antibiotiknya ditambahin dan tidak sesuai dengan takaran bisa berabe juga khan??? Nanti bakteri baik dalam tubuh justru mati, terus banyak bahan pakan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh ayam, hii..hii.. ngeri bayanginnya, pasti ayamnya bukan sehat pasti justru sakit???? (Pengalaman buruk saat melakukan penelitian)

Pak Pram dulu saat saya KKN di Pacitan saya menemukan ada sebuah peternakan ayam petelur yang pakannya masih meransum sendiri, dan pada saat dia saya wawancara ternyata dia memiliki keluhan jika kotorannya terlalu bechek (bahasa meniru gaya cinta laura) dan ternyata setelah saya amati memang banyak yang bechek. Dia bertanya kepada saya apa penyebabnya?? apakah dari perkandangan atau faktor apa??? Setelah saya amati dengan benar, seksama dan sungguh-sungguh (caile kayak profesional saja) masalah kandang tidak berpengaruh, sebagai informasi jika peternak ini menggunakan kandang close house tradisional (tanpa pengatur suhu dan kelembaban kandang), memang saya sedikit menyarankan untuk menambah pemberian atap dengan bahan atap yang transparan (kaca atau fibre glass transparan), sehingga ada cahaya matahari yang masuk, selain atap kandang dibuat bertingkat dan ada ventilasinya. Yang kaget saat saya tanya masalah pakan, dia menyebutkan jika pakannya merupakan produk sendiri yaitu campuran antara BR ditambah jagung, masih ditambah lagi dedak. Anehnya lagi hull jagung tidak dihilangkan sehingga saya yakin sekali kandungan serat kasarnya sangat tinggi (dari hull jagung dan dedak). Indikasi saya tentang becheknya kotoran ayam itu ada disini, atau mungkin Pak Pram ada saran/ide atau pendapat lain????

Saya membuat diagnosa singkat tersebut dan saya sebutkan pada peternak ini untuk menghilangkan hull jagung dan mengurangi kandungan serat kasarnya, selain itu saya beri saran tentang proporsi bahan pakan yang kurang dari minimum kebutuhan ayam tersebut untuk dirubah. Tapi ya namanya peternak rakyat, yang cuma memiliki itung-itungan keuangan dan masalah efektifitas dll yang njlimet tapi tidak memiliki recordingnya, jadinya saya yang mengalah saja (saran saya kurang diperhatikan).. capek deh.... he..he.. :)

Masalahnya saya dimintai pendapat oleh warga sekitar tersebut yang mengatakan bahwa bau peternakan ayam di daerah itu bau dan saya dimintai saran pencegahan bau itu. Indikasi pertama sudah jelaslah karena kotoran ayam, apalagi kotoran yang becek gitu... nha faktor yang menyebabkan becek itu apa??? saya melihat kandangnya tidak begitu mempengaruhi, oh iya peternaknya justru punya ide yang saya anggap aneh, dia ingin membuat kandangnya dikelilingi dengan tembok yang tinggi supaya bau kotoran ayam tidak kemana-mana, terus ditambah dengan dinding kandang (close house) nya dibuat rapat, wuah.. saya langsung bilang, Pak kalau gitu Anda sama saja akan membunuh ayam Anda sendiri dong???? Kadar amonianya jadi tinggi sekali. Akhirnya karena peternak itu agak "ngeyel" tentang masalah pakan yang saya sebutkan diatas, akhirnya saya mencari ide lain dengan menggunakan EM4 dan starbio yang saya semprotkan disekitar area kandang, yah apa boleh buat ternyata dia mengganggap dengan cara ini bakal 100% berhasil, dan dia menganggap kalau kotorannya tidak usah dibersihkan setiap hari, toh sudah disemprot.... cuapek deh....

Mungkin ada ide lain dari pak Pram, terutama masalah pakannya tadi, supaya bisa saya rekomendasikan sama peternaknya????? Minggu ini Insyaallah saya ke Pacitan lagi....

Salam,

Galuh Adi Insani (adioranye)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 19, 2008 4:41 pm 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
Benar Mas Adi, kalo namanya kelebihan itu tidak baik. 2-3 x dosis (tidak tertalu berefek), tetapi kalo sudah 10 - 100 x (itu yg menyebabkan efek lethal). yup... terlalu banyak bisa mematikan semua species bakteri.

Waduh, kreatif juga ya pak peternak di pacitan tsb, tapi salut deh ma akal ngawurnya dia, :shock: :lol: karena
1. Dia tahu kebutuhan Protein laying periode 17 - 18% protein, maka dia punya akal :idea: pakan broiler si encerkan aja pakai katul + jagung. kreatifkan hehehhe :lol:
2. Dengan tinggi CP pastilah balance lys, M+C dll juga tinggi.

tapi sayangnya dia ga tahu bahwa untuk memproduksi telur tidak melulu disebabkan protein aja, tetapi tetapi bisa dipengaruhi faktor lain:

1. Kandungan Ca : P, mineral dan vitamin (kandungan di pakan BR pasti sangat kecil )
2. Lemak & ME (BR lebih tinggi)
3. Koksidiostat ( pakan BR pasti mengandung koksidiostat)
4. Kandungan Cl > dari pakan layer.

1. pada dasarnya layer membutuhkan balance Vitamin & mineral yg baik. komponen utama penyusun kerabnag Ca, P dan Vit D3. hal ini ga bisa dicukupi dg pakan broiler.
2. Layer tidak membutuhkan ME yg tinggi cukup 2700 - 2750, kalo tertalu tinggi bisa menyebabkan tinggi deposisi fat abdominalnya sehingga akan mempersempit lebar jlur telur di antara tulang pubis. dan akibatnya produksi akan terganggu.
3. adanya koksidiostat, secara hormonal akan menekan produksi layer, hal ini berhubungan dengan mekanisme pengaturan hormon estrogen.
4. Nah, kandungan Cl pada broiler relatif lebih tinggi, sehingga akibatnya dengan over Cl di pakan yg dikonsumsi itu menyebabkan kotoran becek.
Serat kasar yg ekstrim tinggi tidak terlalu berdampak pada wet droping. Hal ini saya temui dg peternak di banyumas, Pakan campurannya dia sampai 2x kandungan serat normal, tetapi tidak ada kasus wet droping, cuma produksinya turun drastis. Hal ini berhubungan dengan ME katul yg dipakai ngitung. Bayangin aja katul itu standar normal mengandung sekam 15 - 20%, tetapi yg dia kirim sampai 70%. apa ga salah hitung jika dia pakai standar ME katul normal yitu 2300 kcal/kg ??
jadi jangan khawati dg hull jagung, kenyataan dilapangan malah jagung+tumpi (hulls)+janggel (tongkol) biasa dipakai dipeternak. Yah ini berhubungan dengan suplay and demand jagung.

Wealah, kalo kandang rapat + ventilasi tidak baik dijamin, penyakit respiratory nangkring duluan... tak jamin ga sampai 4 minggu produksinya bubar lho. yach kalo terkejar dengan obat kalo ga... ya udah lah
usahakan kandang layer yg cukup terang, bersih dan sirkulasi udara bagus.
Penambahan em 4 dan starbio, cukup baik. tapi pastilah costly kan ???
kenapa ga di manage dari pakannya aja. Sarankan pakai pakan konsentrat layer yg mana dg 32-35 %konsentrat, 48% jagung dan sisanya katul, insya alloh akan memperbaiki kondisi performa ayam.

Salam
Prambudi

note (syukur2 pakai pakannya konsentrat K 204 36 produknya PT. Sierad Produce tbk)
hehehe sekalian promosi nih...... :lol: :lol:


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 19, 2008 8:15 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
dear all juga....

Iya neh mas Pram, yang aktif cuma kita saja, semoga ini menjadi pemicu kita ya.

Mungkin sedikit saya sampaikan kepada mas Pram jika di kampus saya tidak banyak orang yang benar-benar menyukai dengan setulus hati mempelajari perunggasan, apalagi ditambah dengan statement masyarakat tentang unggas ini dengan beritanya yang selalu memojokkan kita semua yaitu masalah AI. Situs ini saya buat sengaja untuk memberikan hak jawab kepada pemerintah dan dinas terkait jika saya dan teman-teman peternak juga memiliki bukti dan fakta jika flu burung jangan diangkat sebagai KLB yang tidak ada pencegahan serta pemecahan. Ini salah besar.

Saya mencoba mempelopori pembuatan web ini meskipun dengan tema dan design yang tidak dan kurang baik (he..he.. karena saya single fighter dan semua pendanaan saya yang tanggung, sedangkan ilmu dan dana semakin terbatas), pengembangan web berusaha saya upayakan dengan pembelajaran secara otodidak,(pernah ada rencana untuk membuat fasilitas tele conference juga disini dan online teaching, namun masih ada keterbatasan sumberdaya). Namun ya begitulah banyak orang kita yang tidak/belum bisa mengambil manfaat dari yang disediakan orang lain. Masih perlu mengembangkan diri dan penyadaran kali ya????

Saya tidak henti-hentinya mengajak yang lain untuk bergabung dengan kami, salah satunya dengan launching Journal of Poultry Science ke web secara gratis (padahal dulu release pertama saya gunakan untuk kompetisi di kampus dan sebagai hadiah saja (ada dua cd yang diperebutkan) dan tidak saya sebarluaskan ke umum) sampai di forum ugm ada yang mengatakan saya hacker karena hal yang tidak mungkin menjadi mungkin di dunia maya, apalagi jika saat teman melihat saya memegang komputer, ga ada yang berani ganggu saking seriusnya, dan Journal of Poultry Science sedikit saya paksa dengan memberikan batasan lounch aplikasi ini dan untuk mendapatkan password harus dengan syarat adanya keaktivan peserta dalam forum unggas. Memang banyak diantara kita yang merasa jika ngomongin masalah belajar sama aja belajar dan ga bisa enjoy dan bikin stress , karena didasari kebiasaan kita dahulu yang hanya belajar saat mau ujian saja.

Sedikit narsis, Pengorbanan yang saya lakukan untuk mempelajari dunia perunggasan dulu saat kuliah juga saya anggap ekstrim, karena saya berusaha mengambil mata kuliah yang ada hubungannya dengan unggas meskipun beda jurusan tetap saya paksakan, alhasil jumlah SKS saya waktu lulus bisa mencapai 164 SKS (padahal untuk lulus cuma dibutuhkan 144 SKS saja termasuk skripsi) dan masalah ini membawa saya ke kantor dekanat, saya dimarahi dan disuruh untuk menghilangkan sebagian SKS saya, saya juga terlambat lulusnya 1 semester otomatis. he..he.. in memorial.....

Beruntung juga saya kenal Anda pak Pram, makanya tidak ada salahnya saya terus memuji Anda kali ya??? he..he..he.. Saya berharap dengan komunikasi kita disini akan memberikan stimulus positif bagi peserta forum unggas yang lain dan juga calon peserta untuk dapat bergabung bersama kami disini, bahwa dengan mempelajari unggas dengan sungguh-sungguh toh bisa memuat kita kaya dan pintar (seperti pak Pram), Jika pak Pram memiliki artikel dan pembahasan mengenai dunia unggas, saya buka pintu selebar-lebarnya bagi Pak Pram dan Pengunjung yang lain juga untuk urun rembug disini (untuk Pak Pram terutama pengalaman Anda saat mengikuti kompetisi the young scientist).

Dunia maya cukup menyenangkan untuk kita dapat saling bertemu dan bertukar pikiran, kita dapat mempererat silaturahmi dan memperkokoh perunggasan di Indonesia, kita dapat bertemu kapanpun dan dimanapun tanpa batasan waktu dan tepat dengan biaya yang relatif murah.

Tidak ada pengorbanan tanpa merasa bersusah payah, itu yang saya pahami, namun dengan bersusahpayah maka kita akan terus dewasa dalam berpikir, bertindak dan bersikap dan bijak dalam perbuatan kita.

Untuk pak Pram jika bisa, kita bisa saling sms, email atau call jika memungkinkan untuk berbagi dan sharing ilmu secara private, agar isi web ini bisa kita buat semenarik mungkin. Mohon maaf jika saya menarik Anda dalam permasalahan perunggasan ini dan juga permasalahan content web ini, ini semata-mata hanya untuk menyebarkan ilmu, dan karena baru ilmu ini yang baru bisa saya "infakkan" kepada orang lain, karena harta juga pas-pasan, he..he..he.. Semoga mas Agung Aji Wardhana juga bisa bergabung disini kali ya??? Biar tambah ramai.... amin...

BTT (back to topic) Jika pak Pram menemukan penyetok dedak tersebut mengirimkan dedak dengan kandungan serat kasar, terus bagaimana tindakan pak Pram terhadap bahan pakan yang telah terlanjur dipesan tersebut dan juga tidakan pada penyetok ini kali ya????

BTW iklan boleh kok selama dalam kaidah tema peternakan unggas??? he..he..


Salam,

adioranye dari Yogyakarta


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 20, 2008 8:57 am 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
Wah, salut deh dengan ide dan motivasinya,.. mudah2an akan segera banyak yg bergabung di sini.

oh ya, maaf saya bukan mantan peserta young scientist, tapi LKTI maupun KAM. Yach waktu saya masih kuliah young scientist competition belum ada lagi. kalo ga salah mulai tahun 2006. Saya 2005 dpt undangan menghadiri presentasi hasil2 penelitian internal alltech di lexington KY, USA.

Di feedmill tempat saya bekerja, QC sangat ketat sehingga katul dengan berbagai modus pemalsuan dapat kita deteksi. Pengalaman saya selama ini katul di mix dengan sekam giling, onggok giling bahkan tepung kapur.
Yang sering kebobolan katul yg di palsukan ini pada segmen peternak self mixing, karena keterbatasan sarana laborat.
Jika sudah terlanjur masuk ya.. kita mix dengan katul yg kualitas lebih tinggi, misalny 3 : 1 (3 baik : 1 jelek).
Dan pastinya bagi suplier tersbut akan kita black list dan akan kita awasi extra ketat, sehingga kemungkina dia mengalami kerugian akan besar, karena setiap pengirtiman pasti akan kita tolak.

ok,.. tetap semangat. Kalo ada yg tertarik artikel perunggasan silahkan ambil aja di www.animalnutrition-indonesia.blogspot.com.
Karena beberapa majalah pternakan nasional indonesia ada yg mengutip tulisan di web tsb.


Salam
Prambudi


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 20, 2008 9:43 am 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
Pak Pram menurut pendapat Anda, jika kita ingin membuat pakan unggas dengan bahan pakan salah satunya dengan minyak lemuru, dan pakan ini akan dibuat pelet apakah baik?? Karena minyak lemuru kan dalam bentuk cair, sedangkan untuk menjadikan pelet itu harus dalam bentuk pasta dan pada akhirnya berbentuk kering. Bagaimana dalam segi cost efisiensi dan juga dalam segi nutrisinya???

Ceritain dong pak Pram tentang pengalaman Anda mendapatkan undangan untuk menghadiri presentasi hasil2 penelitian internal alltech di lexington KY, USA itu??? Sapatahu akan ada banyak yang mencontoh Anda .... peace... :)

Oh iya kalau tidak salah di Aplikasi Journal of Poultry Science saya itu yang membahas tentang kurang lebihnya pakan yang dibuat pellet, crumble dan mash, mungkin next time bisa kita bahas disini, kita diskusikan bersama-sama, dan dengan pandangan Pak Pram tentunya sebagai seorang praktisi... Next juga mungkin akan saya sebarkan sebuah artikel dalam bentuk pdf yang saya rasa menarik untuk kita bahas bersama disini, sehingga input dan output dapat saling mengisi.....

Btw alamat web Anda jika diperbolehkan akan saya link ke web ini, dalam waktu dekat.

Terimakasih,
Salam,

adioranye

quote : tidak ada jalan yang mulus dalam menuju kesuksesan, semua perlu kita perjuangkan, karena pembelajaran sebenarnya bukan pada tujuan yang kita capai, namun kesabaran dalam menghadapi proses itu sendiri. Semoga akan semakin banyak orang yang akan tercerahkan. Amin


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 22, 2008 10:53 am 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
Dear all,..

Pokokke salut deh buat semangatnya yg mas Adi tuliskan pada quote :D :)

Pada dasarnya untuk pelleting bisa menggunakan minyak, bahan yg lazim dipakai di indonesia saat ini adalah CPO, minyak kelapa, minyak ikan.
Penggunaan minyak ini dari tinjuan sisi ekonomi cukup baik, karena minyak merupakan sumber energi yg harga per kcal murah. Apalagi menggunakan minyak ikan, minyak ikan banyak mengandung DHA & EPA, keduanya merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang (PUFA). Dengan pemakaian minyak lemuru dimungkinkan broiler atau layer yg mengkonsumsi akan mengandung DHA & EPA di daging/telurnya.
tapi saat ini menyak lemuru harganya muaaaahallll temen rek.... hehehe :D

Dari segi manufacturing juga direcomendasikan ada pemakaian minyak, minyak ini berfungsi sebagai pelumas pada proses pelleting. pemakain bisa 2 - 3 %. tergantung dengan panjang deis (alat pencetak pellet). Semakin panjang disarankan semakin banyak (dalam range tsb diatas).
Jika kekurangan pellet bisa gosong, karena kelamaan didalam dies selain itu menyebabkan cepat ausnya deis.
dlm prakteknya adanya minyak ini membantu pencapaian efisiensi mesin pellet. sehingga hal ini akan mengurangi beban energi pada mesin ini, sehingga pastinya akan terjadi saving.

Tapi hati-hati jika kebanyakan akan menyebabkan pellet mudah rapuh dan hancur.

Wah, ceritanya panjang (long road to KY)hehehehe :D ,
pengalaman yg nyenengin Banyak sekali terutama adanya ilmu2 baru yg sy dpt disana dari animal walfare sampai human walfare. Yang asiknya, saat saya kuliah (1997-2001) konsep2 ini hanya sebatas teori dan hanya penelitian laboratorium, tetapi saat 2005 sudah bisa diaplikasikan dalam skala komersial... :D
seperti Enzyme, Organic mineral.

Yg nyedihin yaitu saya masuk ruang kaca ( kena jalur merah di introgasi khusus) mungkin paspor saya dari Solo dan saya lahir di Sukoharjo. Tau kan artinya SOLO DAN SUKOHARJO (alias Ngruki) hehehehe....
yg kedua pesawat united airline yg saya tumpangi dari Chicago ke narita jepang, hampir kayak yg terjadi dg Spainair (yg di madrid spanyol). Terjadi kerusakan engine saat baru lepas landas, alhasil pesawatnya mutar2 hampir 1 jam untuk menghabiskan avturnya. Supaya jika terjadi benturan saat landing tidak terjadi ledakan. Dan alhamdulillah semua berjalan lancar dan selamat. Dg adanya itu saya dapat rejeki nomplok, yaitu gratis nginap semalam di Chicago + akomodasi . :) :)
Saat itu menurut penumpang dari jerman yg kerjanya di BOSCH, kalau terlambat turun aja,.. yach bisa jadi "booom" di udara pesawat itu.

Oh ya, masih ada yg lain journalnya... topic yg relevan yang ada disitu udah saya download, sekitar 30 judul, hanpir 60% udah habis saya baca.
ada yg lain mas Adi... ???


OK, thanks,

Keep spirit ya...

salam
Prambudi


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 22, 2008 11:27 am 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
Dear Mas Adi,..

oh ya ada yg ketinggalan, silahkan aja kalo mau dibuatkan link ke blog saya. :D :D

Dan kalo ada artikel2 yg dibutuhkan silahkan ambil aja..

thanks


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 22, 2008 7:27 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
Terimakasih Pak Pram atas dukungannya, sangat membantu saya neh..

Wew pengalaman yang bagus sekali Pak Pram, hmmm... jadi pengen kayak Pak Pram. he..he..
Kalau Jurnal sebenernya saya masih ada simpenan di file saya, edisi pertama yang saya share ke website ini, edisi kedua untuk kalangan terbatas dosen Lab Unggas UGM sebagai kenang-kenangan sewaktu saya lulus, dan edisi ketiga baru saya usahakan untuk nyusun dalam bentuk aplikasi dan software, he..he.. ampe pusing juga... :) :)

Sebenarnya bukan cuma Journal of Poultry Science saja yang sebaiknya kita bahas, karena saya juga mendaftar dalam komunitas penelitian perunggasan dunia yang sewaktu-waktu mendapatkan file hasil penelitian dari para profesional tersebut, dan hasil ini selalu saya share kedalam web www.chickaholic.co.cc dan juga video, insyaallah menyusul podcasting. Sebagian artikel ada yang saya masukkan dalam e-library dan maaf belum sempat menambah koleksinya. Jika berminat, silahkan Pak Pram membuat tulisan dan dikirim ke email saya, beserta status pengarangnya, nanti akan saya buat e-book dan rencananya buletin dalam bentuk pdf dan saya share secara luas dan gratis, insyaallah jika bisa dapat per bulan. Segala masukkan dari teman-teman yang lain pun akan saya tampung dan akan saya masukkan dalam rencana buletin ini. Semoga rencana saya ini ada sambutan dari calon penulis yang lain, dan semoga jangan menjadi pesaing dari penerbit majalah berbayar, karena sekali lagi semata-mata hanya untuk menyebarkan ilmu.

Oh ya Pak Pram tadi pagi saat saya mau makan dan menggoreng telur, kok rasanya jadi ingat sesuatu... sebenernya kalsium dalam cangkang telur jika kita jadikan tepung dan dicampur dalam pakan unggas utamanya pakan ayam petelur apakah masih layak??? Terus bagusan mana dengan tepung batu kapur???

To all.... Dulu saya meneliti ayam yang pakannya saya tambah dengan aloe vera (lidah buaya) dan saya bandingkan dengan ayam kontrol tanpa lidah buaya, setelah saya sembelih keduanya, ternyata ayam yang diberi pakan dengan tambahan lidah buaya memiliki berat dan besar hati yang jauh lebih berat dan besar daripada ayam kontrol, pernah saya diskusikan permasalahan ini kepada wakil dekan saya Pak Zuprizal, dan kemungkinan terjadinya ini belum diketahui, sedangkan Pak Zuprizal yang juga pernah kuliah di Prancis mengatakan jika disana (Prancis) hati ayam yang memiliki berat lebih tinggi dan pada hati tersebut dan terdapat bintik-bintik putih berupa lemak, akan memiliki harga yang tinggi karena merupakan makanan yang digemari. Sedangkan di Indonesia jelas hati merupakan produk pangan yang juga digemari khan?? Cobalah bagi Anda yang ingin meneliti kasiat aloe vera ini untuk segera meneliti dan semoga hasilnya dapat share bersama kami disini.. Kita kaji bersama mungkin juga bisa... Atau jika ada teman-teman yang ingin mendiskusikan hasil penelitiannya kesini silahkan, kita buka pintu selebar-lebarnya, dengan syarat penelitian dan maksud penelitian tersebut adalah untuk kemaslahatan orang banyak dan juga ada hubungannya dengan dunia peternakan unggas.. Terus kembangkan semangat berbagi ilmu karena dengan menyumbangkan ilmu Anda telah mencerdaskan bangsa.


Salam,

adioranye


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 26, 2008 10:12 am 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
Assm, Good idea mas adi..

sorry br bisa balas, barusan pulang dari denpasar nih... :D


wah, ternyata ide-ide itu munculnya ga jauh dari aktivitas kita sehari-hari kan... hehehe... :idea:
lha mau makan aja masih ingat cangkang telur :D

Pada dasarnya kulit telur bisa digunakan dalam campuran pakan layer, team R&D saya udah ngadain penelitian ini. Secara availability Ca dan P bagus an cangkang daripada limestone karena strukturnya cangkang lebih bersifat organik.
Namun terkendala dengan bentuk/fisiknya, selain itu rentan dengan adanya salmonela atau E. coli pada cangkang tersebut.
Dan untuk pemberiannya tetap harus dicampur dengan limestone. karena petelur memerlukan ukuran limestone 2-3 mm untuk membantu proses pembentukan cangkang.

wah aloe vera utk campuran pakan ??
sebentar dulu,... hipotesa awalnya apa nih ? tujuannya ? metode pencampurannya dipakan ?
Kalo sampai ada fenomena pembesaran hati dan muncul bintik2 putih ?? wah hati2 nih... ? jangan2 hatinya kena masalah tuh..
Seingat saya negara maju udah ga makan hati lho ?? kecuali kita masih sering makan hati.
Hati tempat detok drug, mycotoxin dan chemical compound lainnya. apa ga mungkin hatinya kena aflatoxicosis. sebenarnya kalau bisa lihat photonya bisa kita cek bersama.

ada pendapat lain ???

Ok.. mas adi...
kalo ada gambarnya bisa di share juga.

Salam
Prambudi


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 26, 2008 10:21 am 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
Assm, Good idea mas adi..

sorry br bisa balas, barusan pulang dari denpasar nih... :D


wah, ternyata ide-ide itu munculnya ga jauh dari aktivitas kita sehari-hari kan... hehehe... :idea:
lha mau makan aja masih ingat cangkang telur :D

Pada dasarnya kulit telur bisa digunakan dalam campuran pakan layer, team R&D saya udah ngadain penelitian ini. Secara availability Ca dan P bagus an cangkang daripada limestone karena strukturnya cangkang lebih bersifat organik.
Namun terkendala dengan bentuk/fisiknya, selain itu rentan dengan adanya salmonela atau E. coli pada cangkang tersebut.
Dan untuk pemberiannya tetap harus dicampur dengan limestone. karena petelur memerlukan ukuran limestone 2-3 mm untuk membantu proses pembentukan cangkang.

wah aloe vera utk campuran pakan ??
sebentar dulu,... hipotesa awalnya apa nih ? tujuannya ? metode pencampurannya dipakan ?
Kalo sampai ada fenomena pembesaran hati dan muncul bintik2 putih ?? wah hati2 nih... ? jangan2 hatinya kena masalah tuh..
Seingat saya negara maju udah ga makan hati lho ?? kecuali kita masih sering makan hati.
Hati tempat detok drug, mycotoxin dan chemical compound lainnya. apa ga mungkin hatinya kena aflatoxicosis. sebenarnya kalau bisa lihat photonya bisa kita cek bersama.

ada pendapat lain ???

Ok.. mas adi...
kalo ada gambarnya bisa di share juga.

Salam
Prambudi


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 55 posts ]  Go to page Previous  1, 2, 3, 4  Next


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron