It is currently Sat Nov 28, 2009 11:22 pm



Welcome
Selamat datang di Forum Chickaholic (http://www.chickaholic.co.cc)
Disini Anda dapat saling berbagi ilmu pengetahuan tentang perunggasan yang ada di Indonesia maupun di negara yang lain. Sampaikan semuanya dengan bebas asal sopan dan bertanggungjawab.

Terimakasih.


Salam,

admin forum


Keterangan:
Untuk mendaftar silahkan klik Join Us di bagian kanan atas halaman ini.
Jika Anda telah mendaftar, silahkan klik login terlebih dahulu, untuk mengikuti forum yang ada.
Jika Anda masih bingung cara mendaftar dan keterangan lain, klik dan baca FAQ diatas.

Iklan yang ada dalam forum ini bukanlah bagian dari web chickaholic. Ini adalah penawaran dari sponsor kami, kami tidak bertanggungjawab jika iklan yang disampaikan adalah palsu atau mengandung program jahat. Oleh karena itu jangan asal klik jika tidak membutuhkannya.

Jurnal of Poultry Science tahun 2003-2008 dapat Anda download di http://www.chickaholic.co.cc (bagian download e-book)


Post new topic Reply to topic  [ 55 posts ]  Go to page 1, 2, 3, 4  Next
Author Message
 Post subject: Nutrisi Unggas
PostPosted: Fri May 09, 2008 9:17 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
Teman-teman yang ingin membicarakan permasalahan nutrisi unggas silahkan masuk ke sini.


Top
 Profile  
 
 Post subject: Re: Nutrisi Unggas
PostPosted: Wed Aug 06, 2008 12:30 pm 
Offline

Joined: Wed Aug 06, 2008 11:52 am
Posts: 1
Salam Broiler
Jika kita mau meramu pakan Broiler sendiri kita harus cermat dalam menentukan bahan pakan yang akan kita gunakan. semakin banyak jenis bahan yang akan digunakan semakin bagus. yang paling mendasar adalah dalam menentukan bahan pakan yang sumber protein, diusahakam protein hwani dan nabati, karena agar imbangan asam aminonya benar. misalnya dalam memilih tepung ikan diharapkan teliti betul dalam mengecek tepung ikan tersebut. Biasanya tepung kan banyak dicanpur dengan cangkang2 rajungan atau kepiting. jadi kandungan proteinnya lebih rendah yang kita harapkan, dan juga kandungan Ca nya lebih besar. Dan kita juga harus mengecek kandungan garamnya, jika kandungan garamnya tinggi maka jangan sampai di gunakan, klo sampai terkonsumsi maka broiler kita tidak akan gemuk.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 07, 2008 4:34 pm 
Offline

Joined: Fri Jul 25, 2008 11:12 am
Posts: 1
ok, betul bro, hanya masalahnya sekarang pakan broiler memakai teknologi tinggi, tidak sekedar asal bahan dan kecukupan ratio gizi saja yang seimbnag, tapi juga perlakuan pemrosesan, karena sekarang pertumbuhan broiler termasuk tipe fast growing


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Sat Aug 09, 2008 1:20 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
Selama kebutuhan minimum nutrisi unggas tersebut tercukupi, menurut saya masih masuk akal. Penelitian saya saja dengan menggunakan bubur bayi afkir dan biskuit afkir, dan ternyata berat karkas antara kontrol dengan penelitian tersebut signifikan. artinya ada pengaruh positifnya. Apalagi sekarang harga jagung yang mahal, kita harus mencari sumber pakan alternatif.

Ada ide yang lain???


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 11, 2008 11:55 am 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
dear all,

Broiler era 2005 keatas merupakan broiler modern, secara genetik make up, dia lebih optimal dalam bertumbuhan bobot badan, tetapi kurang optimal dlm pertumbuhan frame tulang maupun organ dalam. Sehingga dengan fenomena itu maka brolier sekarang lebih mudah mengalami kelumpuhan, mudah stress dan sakit.
Dengan kondisi ini broiler modern memerlukan asupan nutrient yg prima. Nutrient yg prima pastilah dihasilkan dari bahan baku yg berkualitas.
Akan tetapi pada kondisi sekarang ini sulit utk menemukan bahan baku berkualitas baik karena kondisi macro climate dunia yg telah berubah.
Apalagi dalam kondisi makro climate yg seperti sekarang ini, dimana perubahan cuaca yg tidak menentu beresiko stress akan semakin tinggi.
Kondisi macro climate yg tidak stabil juga akan berimpact pada produksi pertanian. Banyak negara penghasil bahan baku pakan yg mengalami gangguan produksi semisal dg banjir disebagian Cina maupun Amerika menyebabkan produksi jagung,gandum,barley terganggun. Kekeringan di Australia selatan menyebabkan jumlah pakan hijauan berkurang sehingga populasi cattle menurun akibatnya proses Meat bone meal (MBM) menurun drastis. Akibatnya harga bahan baku melangit. Jadi tak ayal lagi jika para nutritionist/formulator sekarang ini berlomba-lomba menjadi pemulung. Yup, sekarang kita berlomba-lomba mencari limbah/sampah yg masih feasible digunakan untuk pakan. yah sampah/limbah bisa dimanfaatkan dengan sentuhan-sentuhan ilmu dan teknologi nutrisi ternak.

Dan untuk mas Adi,
Yup, ide itu yg bagus. Bahan-bahan yg anda sebutkan itu pasti mempunyai add value jika dibandingkan dengan bahan aslinya misalnya biskuit yg bahan utamanya terigu/gandum. Pastilah biskuit ini salah satu substitusi yg sangat murah untuk harga energi sekarang ini. Good idea...
Kita udah lama pakai itu lho... dari tahun 2005.
coba deh cari ke pabrik Mie (indofood dll), pabrik kacang pilus/sukro.
Tapi hati2... pemakaiannya jangan terlalu banyak karena kandungan mycotoxin, garam dan kontaminan yg lain cukup tinggi. semisal bahan sampah itu digunakan max 5% aja menggantikan jagung. Dan misal selisih harga dg jagung Rp. 1000 maka dijamin anda mendaptkan saving gak kurang dari Rp. 30/kg. angka yang baguskan ?? coba jika dlm 1 bulan produksi pakan broiler 5000 ton, maka saving cost bisa 150 juta/bln.

hihihihi..... :D :D

Salam dari Pemulung Bogor
(hehehe... eit, tapi saya cukup akrab dg kampus peternakan UGM, 2001 saya ikut penelitian di Jogja dg dana dari Grant world bank pembuatan tempe dari limbah tempe untuk kambing etawah yg didapat dari kawasan kaliurang.. saya cukup banyak kenal dg alumni angkatan 1997- salam bagi yg masih aktif dikampus- terutama buat Ari Subekti 1997 yg banyak memberi bantuan sehingga namanya tercantum dalam skripsi tersebut, thanks)
Bravo buat web ini.... go ahead


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Mon Aug 11, 2008 3:55 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
Sebelumnya terimakasih sekali lagi untuk mas Prambudi, ulasannya lengkap sekali, banyak membantu kami yang masih belajar, he..he.. :D

Waktu saya menjadi mahasiswa dulu, bahan penelitian yang saya gunakan adalah bubur bayi afkir dan biskuit afkir dan kami dapatkan dengan bantuan dari ristek Bitan oleh Bapak Ir. Suharyono, M. Rur. Sci. Namun sekarang saya bingung bagaimana mendapatkannya lagi, karena memang untuk pengganti jagung dapat digunakan campuran kedua bahan pakan ini, dan cocok sebagai sumber energi. khan biar kuat seperti macan??? he..he.. iklan neh.....

Saya rasa dengan kita jadi pemulung dan yang dipulung tersebut adalah produk yang masih ada manfaatnya ga masalah tuh? he..he..

Oh iya kelemahan menggunakan bubur bayi afkir dan biskuit afkir sebagai bahan pakan subtitusi jagung adalah pada kotorannya yang lebih cair daripada menggunakan jagung, ini diakibatkan karena kecernaan kedua bahan pakan ini jauh lebih baik daripada menggunakan jagung dan lagipula dalam jagung masih mengandung serat dalam hull nya??? Masih belum ada pemecahannya dalam masalah ini, ada ide????

Saya pernah mencoba dengan menggunakan dedak dan bekatul sebagai tambahan seratnya, namun bahan pakannya menjadi sangat bulky dan berdebu.

Kelemahan yang lain adalah penyimpanan bubur bayi afkir dan biskuit afkir harus ditempatkan dalam ruangan yang memiliki kelembaban rendah, karena jika kelembabannya tinggi akan berakibat bahan pakan menjadi menggumpal dan berjamur. Kelebihan menggunakan bahan pakan bubur bayi afkir dan biskuit afkir adalah selain dapat digunakan sebagai bahan pakan subtitusi jagung, juga baunya itu lho, sedaaaap, saya bahkan ngiler pengen coba. he..he...

Mas Prambudi saya sangat senang sekali Anda memberikan banyak pencerahan kepada kami disini, btw saya angkatan muda di Fakultas Peternakan UGM mas??? tapi sudah lulus. :D :D

Jika mas Prambudi berkenan, akan saya naikkan peringkatnya di forum ini sebagai moderator forum, karena mas Prambudi adalah salah satu praktisi peternakan unggas, sehingga keluasaan mas Prambudi dalam posting di web ini dan dalam membagikan ilmu yang berguna bagi kami semua dapat lebih mudah. Jika berkenan harap PM (private message) saya.

Terimakasih.


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 12, 2008 8:49 am 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
Btw untuk mas Phuad, dapet cangkang rajungannya dimana ya? Soalnya di jogja susah neh????
Cangkang rajungan bagus untuk sumber kalsium, dan saya pernah lihat di asal usul jika cangkang rajungan juga mengandung citosan yang berfungsi untuk pembunuh bakteri, dan secara masal ada sebuah pabrik yang membuat citosan ini dengan bahan menggunakan cangkang rajungan tersebut.
Jika kita mungkin bisa memproduksi ini dengan masal dan dapat dicampurkan kedalam bahan pakan, kemungkinan juga kebutuhan nutrien ayam broiler terhadap kalsium dan nutrien lainnya akan terpenuhi, saya kira akan lebih cocok jika digunakan sebagai bahan pakan ayam petelur. Ada ide yang lain dari teman-teman mungkin???? :?: :?: :?:

Terimakasih,
Salam,


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 12, 2008 1:07 pm 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
Dear M' Adi & M' Phuad....


Yup,.. belajar nutrisi ternak itu gampang-gampang susah ya.... :D :D
tapi tenang aja itu bisa didalami dengan learning by doing... ga ada yg susah, asal ada kemauan dan proses pembelajaran yg berkelanjutan (continously learning).

Pada dasarnya ternak itu hanya butuh perhatian dan kasih sayang kita sebagai makluk yg lebih berpikir, ya tho. eit ada lagi tuhhh BERIKAN YANG DIA MAU... heheheheh :D :D
Benar sekarang ini paradigma nutrisi ternak "balance nutrient" harus benar2 diperhatikan. Tidak boleh tertalu berlebih maupun terlalu kurang untuk menyediakan asupan nutrient bagi ternak. :idea:

Karena kalau kekurangan tidak akan optimal potensi genetiknya, tetapi kalau berlebih suatu pemborosan. Konsep nutrisi sekarang ini bagaimana cara memberikan makan "sel". Nutrient for cell....
sehingga konsep "Crude" mulai ditinggalkan, fenomena sekarang udah lebih dari level total amino acid, tetapi sudah sampai pada ileal digestibility (kecernaan).

Yup, kalo masalah rajungan untuk broiler itu memang bisa digunakan tapi ada batasannya, dan tentunya batasan ini akan kita tentukan jika kita mengetahui berapa kandungan nutrientnya ? ya... ga boleh WATON...
hehehehe Waton nyampur, dan waton-waton yg lain.....

Menurut saya daripada ke ayam petelur kenapa ga ke Itik aja.... karena base tipe pakan itik lebih suka yg basah-basah...
jadi ga kita ga usah keluar energi untuk mengeringkannya..... energi identik dengan cost/fulus/uang ya tho....

kecuali ada add value yg lebih... misalny cangkang rajungan untuk estrasi menjadi chitosan.. nah harga chitosan aja udah ratusan ribu, jadi akan mengembalikan energi yg kita keluarkan dalam bentuk output yg lebih tinggi nilainya.. ya thooo


[mari kita bergandeng tangan untuk tumbuh kembang bersama, menuju perekonomian yg kokoh berlandaskan agribusnis pertanian secara terpadu dan menyeluruh......
Salam


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 12, 2008 1:25 pm 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
To M' adi...

Wah, kalo bisa saya suporter aja... Insya Alloh saya bantu, jika ada pertanyaan ataupun masukan yang ada.

Saya belum pantas jadi moderator, bagaimana kalo Bp/Ibu Dosen yg sudah banyak pengalaman di perunggasan ??

Ada ide ?

prambudi


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Tue Aug 12, 2008 8:13 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
Wah mas Prambudi seperti padi saja, semakin berisi semakin menunduk, he..he..he... :lol:

Kebetulan pengelolaan website ini untuk sementara saya lakukan dengan single fighter, alias apa-apa dilakukan sendiri. Kemarin ada dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM juga ingin membantu saya dalam hal pengadaan artikel dan juga dalam hal pemberian tanggapan materi ternak unggas, namun mungkin beliaunya sedang banyak urusan sehingga belum sempat terdaftar disini. Semoga saja dalam waktu dekat beliau bisa mengisi disini, sehingga akan menjadi semakin lengkap.

Btw untuk semuanya saja, sekedar informasi saya telah memberikan setting otomatis dalam web site ini, khususnya forum unggas yang dinamakan karma. Jika Anda termasuk aktif dalam forum ini maka karma positif Anda akan meningkat, dan pada tahap tertinggi akan menjadi moderator website secara otomatis (tanpa pandang bulu), semua bisa jadi moderator. Namun jika ada yang melakukan semacam kesalahan yang disengaja dan tidak pantas maka akan diberi karma negatif, sehingga setatus keanggotaan Anda akan hangus, sekaligus Anda tidak dapat mengakses web ini dan membaned IP ISP Anda.

Untuk mas Pram, saya sangat sangat setuju dengan ungkapan Anda :
[quote]mari kita bergandeng tangan untuk tumbuh kembang bersama, menuju perekonomian yg kokoh berlandaskan agribusnis pertanian secara terpadu dan menyeluruh......[/quote]
Untuk itu bagi calon peserta forum unggas silahkan segera mendaftar ke forum unggas, agar kita semua dapat saling berbagi ilmu bersama dan mengembangkan agribisnis di Indonesia.. he..he.. sekalian promosi.

Kembali ke topik, Apakah ada yang pernah meneliti dan mengetahui kandungan Azzola Pinata? Itu lho taneman yang sering ad di sawah dan rawa? Bagaimana jika ini dibuat pakan unggas???


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 13, 2008 10:17 am 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
Btw untuk mas black, kemarin saya coba untuk buat video pedoman cara menyusun ransum dengan menggunakan excel, namun setelah jadi ternyata filenya besar sekali, bingung mau uploadnya. Cara menyusun ransum ada beberapa metode salah satunya Trial and Error, cara ini dilakukan dengan cara menghitung antara kebutuhan ternak dengan kandungan akhir dari campuran bahan pakan tersebut. Minimal didapatkan kesamaan antara kebutuhan unggas dengan kandungan bahan pakan unggas.

Dan ada cara lain yaitu menggunakan linear programming, atau bahasa kerennya menggunakan bantuan program komputer dalam menyusun ransum tersebut. Dulu pernah saya iseng membuat program komputer penyusunan ransum unggas dengan menggunakan bahasa pemrograman visual basic, namun sayang sekali file jadinya juga memiliki besar file yang sangat besar sekali, dan logika penggunaan program ini tidak 100% mulus. Adakalanya kita harus juga memahami sesuatu dari mulai manual dan hal yang kecil terlebih dahulu, sehingga untuk meningkat pada peringkat expert kita tidak kaget.

Untuk masalah pencampuran bahan pakan memang tidak asal dan waton nyampur, karena kita ketahui untuk menambah suatu nutrien yang jumlahnya kecil (misalkan garam) sebanyak 1 gram dalam 1 ton bahan jadi khan tidak langsung bahan jadi ditambah garam sebanyak 1 gram itu, diaduk berapa lama saja belum tentu nyampur tuh garam. He..he..


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 13, 2008 11:05 am 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
Yo wis lah, kalo udah ketiban karma jadi moderator hehehe :D
untuk teknisnya bisa diemailkan aja.

Mas Adi, mungkin yg di maksud Mr. Black itu.. bahwa dlm manajemen Nutrisi Feedmill maka kualitas pakan tidak hanya ditentukan oleh mutu/nilai formulanya tetapi ditentukan beberapa aspek :

1. Suplay Bahan Baku yang baik & murah
2. QC/QA yng kuat utk screening bahan yg masuk atau monitoring Finish Good.
3. Dan yg penting metode dan teknis prosesnya, hal ini yg bertanggung jawab yaitu dept. produksi. Misalnya control mesin mixer, steam, expander, xtruder dll. Jika metode pengolahannya dg penerapan GMP (good manufacturing practise) maka bisa diharapkan kalau nilai/mutu nutrisi dari komputer Nutritionist ke kandang peternak tidak terlalu bias.
Sampai saat ini teknologi prosessing masih belum banyak perubahan prinsip dasar, hanya beberapa modifikasi.

tentang azzola, wah itu sih bisa juga digunakan untuk pakan, tapi bukan sebagai bahan utama mungkin sifatnya hanya subtitusi. Hal ini berhubungan dg content Crude Protien lumayan tinggi, tetapi pastinya fibernya juga tinggi lho, so pakainya ga banyak. feasibility pemakaian di feedmill mungkin saat ini belum bisa, tapi suatu saat pasti juga bisa karena :
1. Jenis alga (tanaman air), sehingga kandungan air pasti 70 - 80 %, sehingga untuk proses pengeringan pasti memerlukan energi yg banyak.
2. Suplay harus cantinue.
3. Jika pengeringan dg metode konvensional di khawatirkan denaturasi nilai nutrient. Bisa dianalogikan jika kita mengeringkan sayur bayam, pasti vit/nutrien akan mengalami penurunan qualitas.

hehehe.... :D :D ada ide lain, misalnya untuk integrated farming ????


salam
Prambudi


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Wed Aug 13, 2008 11:43 am 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
he..he.. ternyata saya salah pemahaman ya??? Sorry

secara teknis untuk menjadi moderator sangat mudah, tinggal perbanyak posting saja. keuntungan menjadi moderator adalah dapat memoderasi dan memantau forum dan posting yang diberikan. Ada semacam link khusus yang mengijinkan moderator untuk menghapus posting, mengedit bahkan mengeluarkan peserta yang "nakal"

Selamat pak Prambudi telah menjadi moderator....

Salam,

Galuh Adi Insani


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Thu Aug 14, 2008 12:14 pm 
Offline
Site Admin
User avatar

Joined: Mon May 05, 2008 5:04 am
Posts: 79
Location: Yogyakarta
Integrated farming dalam kuliah Kami dahulu sering dibahas, dan itu sangat bagus dalam masalah fungsi karena kita selain memiliki ternak juga dapat menyediakan tanaman penghasil pakan ternak dengan mudah dan ada hubungan timbal baliknya, karena kotoran ayam dapat digunakan untukpupuk tanaman pakan dan tanaman pakan dapat digunakan untuk pakan ayam, atau bisa lebih luas lagi. Namun adakalanya peternak melupakan teknis yang mungkin agak sepele, misalnya peternak memelihara ayam broiler dengan sistem kandang panggung, dan dibawah kandang digunakan untuk kolam ikan dan sebagian airnya digunakan untuk mengairi sawah yang ditanami tanaman pakan ayam tersebut (misal jagung atau kedelai). Kotoran ayam akan jatuh ke kolam dan kotorannya akan dimakan ikan, nha disini kadang ada teknis yang dilupakan, misalnya jumlah ayam dan perbandingan dengan luas kolam dan jumlah ikan. Ga mungkin khan ayam 1000 ekor tapi ikannya 10 ekor, dan setiap kotoran ayam yang masuk ke kolam akan dimakan ikan semuanya??? Pasti ada sebagian yang tidak termakan, dan jika air kolam ini tidak mengalir, maka akan timbul bau dari kolam tersebut. Padahal ancaman utama dalam peternakan dapat dipacu dari bau yang menyengat ini. Yaitu dimusuhi lingkungan setempat... He..he..

Ada lagi, jika kita tidak melihat jenis bahan kandang terutama lantai dari kandang panggung yang biasanya dibuat dari bambu (dalam peternakan rakyat) sering dibuat dengan kerenggangan yang tidak sama, hal ini akan berakibat adanya beberapa ayam yang memiliki postur tubuh lebih kecil akan mudah jatuh dan masuk kedalam kolam. Hal ini sering saya lihat pada waktu saya magang di peternakan rakyat dengan sistem integrated dengan perikanan (kolam ikan dibawah kandang panggung). Ini tentang masalah teknis ya??? Jika tentang masalah fungsi jelas sangat bermanfaat sekali... :) :) :) Ada tanggapan lain???

Tentang azzola ini saya terilhami dengan adanya bahan pakan yang menggunakan alfalfa, jadi saya kira bisa digunakan, namum memang benar seperti yang dikatakan olek Pak Prambudi tentang permasalahan nutrient dan teknis pengolahannya ini....

Oh iya saya juga pernah kepikiran gimana caranya mempertahankan quality pakan ternak dan kontrol apa yang harus kita berikan untuk menjaga kualitas ini, berhubung bahan pakan kita peroleh dari beberapa tempat dengan kondisi mikro climate yang berbeda, jauhnya tempat pendistribusian bahan pakan yang berbeda yang berakibat berkurang atau bertambahnya kadar air selama dalam perjalanan. Apalagi jika kita menggunakan salah satu bahan pakannya dengan menggunakan bahan pakan by product dari makanan manusia, misalnya roti afkir dll.. Sekaligus bagaimana kita dapat mempertahankan kuantitasnya secara berkala, karena jika kita sekali membuat pakan ternak hanya beberapa puluh kilogram khan rugi ongkos produksinya dll. Mohon share kepada kami jika Anda mengetahui cara tersebut, agar kami semua dapat memiliki gambaran yang jelas jika kita memang ingi terjun dalam bisnis pengadaan pakan unggas ini.

Terimakasih,

Salam,
Galuh Adi Insani (adioranye)


Top
 Profile  
 
 Post subject:
PostPosted: Fri Aug 15, 2008 9:20 am 
Offline
Moderator

Joined: Mon Aug 04, 2008 3:07 pm
Posts: 23
Location: Sidoarjo
Hi,.. sorry baru kasih comment nih...

Supaya bahan baku tetap bagus ya harus dilakukan beberapa treatment misala :
1. Jika bahan higroskopis maka perlu ditambahkan anti cacking, untuk menghindari dia menggumpal dan naiknya kadar air di bahan contohnya yaitu garam.
2. Jika bahan cairan dan mempunya kandungan lemak tinggi harus ditambahkan antioxidant (BHT/BHA)
3. Jika bahan padatan/biji2an maka perlu ditambahkan anti jamur. mold inhibitor. biasanya ini dilakukan untuk penyimpanan 2 - 3 bulan. dimana aksi mold inhibitor ini akan mengurangi effek kerja air permukaan.
4. Lakukan manajement warehouse dengan baik, misalnya dengan melakukan fumigasi dan pest control secara teratur, mengatur tatanan pallet di gudang dll.
5. Pilihlah ekspedisi yg baik, misalnya bak truknya yg rapat (baik pada dinding atau dasar bak), tersedia terpal yg memadai dan tidak bocor sehingga barang sampai ke customer dengan kondisi baik.

Untuk Pakan jadi,

1. Yang penting manajemen gudang harus baik, dari kondisi dinding, pallet, ventilasi, penerangan di dalam cukup.
2. Fumigasi dan pest control teratur.
3. Pada saat pemberian ke ayam harus dilalukan penambahan vitamin khususnya A,D,E, K yg larut lemak.


OK....


Top
 Profile  
 
Display posts from previous:  Sort by  
Post new topic Reply to topic  [ 55 posts ]  Go to page 1, 2, 3, 4  Next


Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 0 guests


You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot post attachments in this forum

Search for:
Jump to:  
cron